Dia….

Melihatnya…
buat mulut ku tak sanggup berkata;
Memandangnya…
buat jantung ku tak lagi berdetak;
Mendengar tawany…
buat telinga ku terus – menerus menggema;

Ahh,,
bahkan, sering kali kini ku tersenyum riang sendiri
sambil memandanginya yang sedang tawa bahagia..
Entahlah…

Seperti lagu sebuah band kesukaan ku
11 january aku bertemu denganya
sampai-sampai ingin sekali ku abadikan lagu dan tanggal istimewa itu,,
dalam sebuah catatan yang tak mungkin musnah dimakan masa…

Pertama mengenalnya,,,
aku tak bisa bicara banyak
phobia ku terhadap wanita cantik, kambuh…
tahu namanya-pun justru berkat tugas yang di berikan guru ku
guru bahasa inggris ku,, *yang pasti aku sangat berterima kasih padanya yg memberikan tugas kreativ itu,, hingga aku berhasil mengetahui namany… 🙂

*Hhaa,,
itu merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi ku…
Terima kasih pak …..

Sederhana,,
mengenalnya hanya sebagian nama
tapi berhasil buat ku tergila-gila
hingga menjadikan ku pengagum rahasianya di dalam kelas…
bahkan sampai saat ini pun aku belum pernah tahu nama aslinya

walau hanya sebagai pengagum rahasia
tapi aku cukup bahagia,,,
cukuplah hanya dengan menjadi pengagumnya…
dan aku ingin terus dan selalu seperti itu
hingga kelak nanti waktu yang jadi penentu…

Jakarta, 17 Feb

*Nb : ditulis ketika tawa itu kembali,,kembali.. dan kembali menggema….

Seperti virus, yang tak pernah ingin ku hapus, agar dapat terus – menerus menghembus, dan menjadi semangat yang tak lagi pupus…

Semoga….

Dari dan untuk adikku tersayang

Dari dan untuk adikku tersayang,,
yang sedang belajar mengenali hati kecilnya…
Semoga kamu terus dalam tuntunanNya dee…
karena Dia yang maha membolak – balikan hati kitaa…

-- surat untuk Fandi --
Dear Fendi…Haii fen,,
apa kabar mu malam ini..
aiihh,,
terdengar basii sepertinya…yaa feen..
Hhmm,, yang penting bagiku
semoga kamu tetap menjadi yang terhebat
diantara kumpulan bintang itu…Feen..

kamu tahu..
malam ini…
aku disini,,
Sendiri…
menatap indah langit berseri
berbagi canda dan tawa bersama bintang malam
saling berkedipan, menggoda..
aiihh,,
merona merah pipi ku dibuatnya..

Hhmphh,,
Seandainya kamu juga disini..
bersamaku dan para bintang malam ituu
mungkin pipi ku ini akan semakin memerah,,
bukan..bukan karena marah…
tapi karena aku malu terhadap mu..Fendii..

kamu tauu..
Setiap malam..
tiap sepi itu menaungi ku..
tiap langit itu menemani ku..
Setiap bintang itu menggoda ku..
tanpa bisa ku kendalikan,,
tangan ku hendak melukis rupa mu disana..
bersama kumpulan rasi bintang..
agar kamu terlihat lebih sempurna..
ahh,,
bahkan tanpa kumpulan bintang pun…
kamu tetap sempurna di mata ku feenn…

bersama kesempurnaan itu..
kamu terbang bebas dalam hayal ku
menyisakan sakit disana…
membuat ku terus mencari,,
asal muasal sakit itu..
hingga kutemukan makhluk bernama RINDU
perlahan tapi pasti iaa teruss menjalari qolbu
membuat semua begitu dalam…
hingga menciptakan makhluk baru bernama CINTA
dan sekarang..
tanpa ku sadari…
makhluk itu tumbuh membesar dengan sendirinya dalam hati kecil ku….

written by :: my special sister Alafyhanne

*demi menjaga privasi,,
adikku minta di tulis nama belakangnya saja sebagai pengarang

Cinta dan kisahnya

Aku tahu banyak media alfabet yang menuliskan cerita ini. Melihat kisahnya yang menarik, akupun berniat untuk menyematkanya pula dalam blog ini…
so’ chek this out.. ; )

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak, ada cinta, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik, damai dan tentram. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu, air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak cinta “Aduh! Maaf, cinta!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan cinta. Air semakin tinggi membasahi cinta sampai ke pinggang dan cinta semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikanKecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak cinta “Wah, cinta kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu!,” kata cinta. “Maaf cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. cinta putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” cinta menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, cinta turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. cinta segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah waktu,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya cinta heran.
Sebab hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu.”