Posting Akhir Tahun II

                29 Desember 2012

Masa itu adalah ketika kita benar-benar belajar untuk memahami semua, tidak hanya sekedar kilasan semu namun lintasan waktu yang akan menjadi sesuatu.

Semua memang akan selalu datang silih berganti, berputar pada sekian likuk persimpangan kehidupan. Mereka, atau kita yang datang pasti akan pergi. Akan selalu ada masanya bahwa pada waktunya kita hendak berfikir hanya untuk diri sendiri.

Tahun yang lama akan segera berlalu, masa yang lama hendak berganti pada era yang baru pula. Sisanya hanyalah tinggal bagaimana komitmen kita, sekalipun dalam perpisahan namun tetap pada satu alur perjuangan yang sama. Berat adalah ketika kita merasa semua itu tidak mungkin dapat dilakukan, walaupun mungkin selalu ada kata “bisa” dalam melakukan sesuatu namun sulit, itulah berat. Amanah itulah yang mungkin masih dapat kita pegang sebagai komitmen kita. Menjadikan kata “bisa” kepada taraf ringan, seperti yang biasa kita lakukan dalam lingkup amanah persahabatan. As one as united, yes we’re.

Posting Akhir Tahun I

Dia datang mengawali semua, ketika semua kepercayaan diri hadir untuk mengawali dunia baru dalam lembaran kehidupan. Semua motivasi terkumpul padanya saat itu, hingga saat ini…

Setahun lebih berlalu sejak pandangan itu membuat pilu. Malu untuk mengaku bahwa semua itu nyata, yaa semua itu nyata.

Tidak pernah aku berniat untuk menyembunyikannya, apa lagi memendamnya. Hanya saja, merasa tidak percaya diri untuk dapat bersanding bersamanya. Bukan berarti mengucilkan diri kemudian, sebaliknya aku berusaha lebih positif untuk mendekatinya dengan bersama dalam setiap momen hidup yang dilewatinya. Ingin sekali rasanya berada dalam setiap detik hidupnya, namun cukuplah menurutku untuk saat ini, terus bersamanya, bersama sahabat-sahabatnya yang juga merupakan keluarga bagiku.

Saatnya nanti dia akan tau, aku jamin itu. Ketika kepercayaan diri dapat terkendalikan, ketika aku mulai bisa dewasa dalam membawa semua. Kuncinya ada pada kepercayaan dan tanggung jawab, serta yang paling inti adalah konsistensi ku dalam semua itu. Bismillah…

21 Desember 2012

Bersih – bersih rayap digudang kata

Sudah lama rasanya ingin menuliskan ini.
Renovasi gudang beserta isinya, tapi bingung bahan yang ingin digunakan, jadilah gudang ini tak pernah lagi ku tengok. sarang rayap mengitari ruangan ini, membuat segalanya rapuh.. yaa rapuh..

2 bulan..

Terakhir aku merangkainya rasanya 2 bulan lalu, itupun sudah banyak rayap yang menggrogoti ruangan ini, hingga malas rasanya untuk sekedar melihat-lihat. Bahkan aku hampir lupa dimana meletakan kuncinya, untung sempat teringat aku meletakannya dibagian dalam jendela biru tua. Kini warnanya telah menghijau, karena lumut yang melapisi, sudah saatnya merapihkan.

Bagaimana kalau kita membuat rumah baru…

ahh tapi bingung mencari alamat, sebaiknya perbaiki gudang ini saja. Dimulai dari bersih – bersih rayap, agar tak ada lagi yang membuatnya rapuh. Mulai… 🙂

Platonic Love

sederhana, Saya rasa semua manusia pada awalnya misterius
lalu mereka mulai saling mengenal dan berbagi cerita
berusaha mengerti satu dan lainnya
lalu merasa cocok dan menjalin hubungan

Berkembang sesuai arus
Bertahan, berarti harus survive
atau jatuh dan berdiam ditempat
dan akan begitu seterusnya, berputar pada porosnya.
yang mereka bilang porosnya itu yaa cinta…

Tapi. . .

mengenai cinta. .

apa semua hanya akan berputar pada satu poros itu??

untuk sebagian orang mungkin ada yg jawab iyaa atau tidak

buat saya, iyaa dan tidak adalah satu jawaban, namun berbeda penempatan

Tidak, karena jika hanya berputar pada satu poros
itu artinya saya tidak sedang berputar
berdiam ditempat tepatnya
mencari celah untuk masuk pada poros yang sama,
namun terpental. . entahlahh . .

Iyaa, karena memang poros itu adalah bentuk cinta kita pada tuhan
Platonic Love
tak mengerti
tak punya alasan pasti mengapa kita mencintainya
namun memang begitulah seharusnya harmonisasi hamba pada tuhannya
semua hadir dengan kesadaran akan cinta dan kasih sayang.

Bualan malam

Ada saat dimana aku benar benar iri
pada mereka yang telah menemukan tujuannya.
Sederhana
semua hanya akan kembali pada komitmen pribadi
tentang pilihan dan keinginan.

Aku ingin berjalan dalam rindang hutan yang lebat
sekelebat pikiranku saat ini
merasa dapat melakukan semua
namun siapa aku ini. . .
pintarpun tidak
hanya merasa hebat
sombong yang pekat
keras kepalapun melekat
memang aku ini hanya orang nekat

beberapa saat aku sadar
bahwa hanya duniaku yang seperti menyempit
pengap sudah segala yang kujelajahi
bahkan aku bosan dengan diriku sendiri
tapi
kali ini biar ku urus semua sendiri,
agar bosan itu tidak kembali menjadi sepi
biar semua berjalan
tetap seperti sampai saatnya nanti

“No one can do anything, but everyone can do something” Max Lucado.

Kemandirian yang dapat mendewasakan seseorang
lebih dari sekedar penjagaan diri
tapi juga mengembangkan potensi yang dimiliki.