Untitled

Menatap indah langit biru
Hingga ku sadari…
betapa berharga kenangan itu
dikala tak terbatas jiwa ini
bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa ku raih
sosok yang mengisi kehampaan kalbu

bilakah diri ini berucap maaf
masa yang ku ingkari dan meninggalkan mu

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa…

asik kusimpan suara tawa kita
semarakan keheningan lubuk

hingga masih bisa ku rangkul
sosok yang menyalakan hasrat hidup ini

bilakah kita menangisi bersama
semuanya tentang kita
terbang melawan terpaan
semangat itu…

Detik akhir Kenangan..

Dikala semua kupandang begitu gelap…
ku pendam citaku dalam genggaman lubuk hati…
bilamana ku lihat pada perpisahan ini kau lambaikan tangan…
ku simpan panasnya bara api kesedihan dengan senyuman…
meski tetesan air mataku berderai…

perpisahan ini…
begitu cepatkah kau tiba…??
belum lagi fajar memancarkan sinarnya,
perpisahan itu datang bagai gelapnya malam……

kesedihan hati ini seolah bicara…
apa jawaban “dimana teman teman??”
penghuni penghuni jiwa
menyulut kerinduan manakal mereka padamkan perjumpaan
diantara makna pertemuan
adalah menghilangkan kebingungan antara kita,
hatipun menuai…
ketika mata tak mampu menahan derai tangis karna rasa takut…
seolah kami takkan lagi melihat mereka……

ingakah kenangan kenangan indah kita bersama…??
di musim semi lalu… kemudian berganti musim gugur…
kubiarkan jalan mengusung langkah mu…
asal persaudaraan ini kan abadi…
hingga ke syurgaNya………

*di atas puncak bukit kerinduan….
mengingat2 sejuta kenangan……….
bersama kawan……….

Untuk segaLa kebersamaan yang pernah kita bangun bersama..
“indahnya alunan waktu kala itu yaa ^o^”