kau putih dan aku hijau

Gemulai rona Jingga, terbingkai indah dibalik kacamata hitam mu.
Terlalu indah untuk ada hujan di pipimu.. karna hujan mu sudah berlalu sayankQ, yang tersisa hanya ada pelangi jingga disana dibalik tirai kacamata hitam mu..
Balutan kain putih yang melingkar menutupinya menjadi warna favorit ku saat ini. tak peduli bagaimanapun kau berpenampilan, pelangi itu akan selalu menawan bersama balutan warna favorit kita ‘Putih dan hijau’

my Last for u…

Subtitusi kata dalam sebuah tema
berkilau indah bak permadani kota

dan akhirnya semua akan tiba pada hari yang tidak biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita bicarakan

Apakah kau masih akan seceria dahulu
memintaku untuk selalu mendengar cerita mu
sambil bercanda mesra,, lalu kita tertawa..

Gerimis rintik-pun mulai turun di lembah cinta
Lembah kita berdua
kau dan aku tidur terbius
Menuliskan mimpi – mimpi yang menjadi suram
Menancapkan janji – janji yang telah karam

Apakah kau masih akan menyapa ku semesra dahulu
ketika ku dekat,, kau dekati aku lebih mesra…
lebih dekat…
Apakah masih akan kau selipkan dalam pesan pagi mu

Semangat Pagi ^^
Bismillah

Lalu hari ku akan berjalan dengan sempurna…

Kita memang begitu berbeda dalam semua…
Kecuali dalam Tawa,,Ceria,,Juga Cinta…

Hari-pun menjadi malam
kulihat semua menjadi buram
wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti

Seperti senja sore itu
ketika telah kuputuskan semuanya…

this is my Last for u…
thank you… for everything…

aku menunggu mu pagi ini..

Sabtu, 18 juni

Semakin hari,, aku semakin gila di buatnya
Semakin bodoh aku memandangnya

Memang tak pernah aku mengerti segala tentang Cinta
Semua hanya bualan ku semata
Picik memang,,
dan nyatanya aku terperangkap dalam bualan ku sendiri kini..

Bermula awal bulan kemarin..

Bagi ku semua bermetamofosa
Berubah dan Berbeda
Tak terkecuali kita
dan tak bisa kita menghindarinya

Sejak itu,,
Semua dunia ku terpengaruh oleh Obsesiku,,Mimpi ku..
Mimpi kita…

Mimpi kita?!Hha?!mimpi kita…
Ingin tertawa aku menuliskanya
Karna nyatanya bahkan kita tak pernah menancapkan impian kita bersama
yang ada hanya
kamu dan impian mu..
dan aku dengan obsesi gila ku..
yang ingin mendapat segalanya
termasuk diri mu.. ketika itu…

Ahh,,
Tapi bagi ku itu sudah tidak penting lagi
yang ingin ku lakukan kini
hanya akan selalu ada untuk mu..

Sebagai teman,, Juga sahabat terbaik mu..
yang berjalan beriringan disamping mu.. sayang ku..

Untuk itu,,
kini aku sedang berlari
mengejar mu yang jauh meninggalkan ku terlebih dulu
agar kita bisa kembali berjalan berdampingan
menyusuri cerita mu,, mimpi dan obsesi ku..
dalam hidup kita bersama..
Bersediakah kau menunggu???

Kirimi aku jawaban mu
kau titipkan saja pada burung pengantar pesan rindu ku
bilang kau juga rindu pada ku,,

*itung-itung lu ngembaliin burung – burung w kan
ahihihiiee.. ^.^

aku menunggu mu pagi ini..

Hanya untuk malam ini

Hhaaha..
akhirnya..
benar – benar aku menertawai diri sendiri
tentang segala cerita kita
yahh,, memang selalu tentang kita

kau berhasil membuat ku Gila lagi..
entah siapa kau ini…
kamu tahu,,
aku jarang sekali percaya pada pesona wanita
tapi secara tidak sadar,,
justru kini aku terkena sindrome pesona mu
Siaall memang…aku mengakuinya…

sayaank..
aku tak yakin untuk mengatakan ini..
tapi mungkin kau benar
jika tetap seperti ini
kita mungkin..
ahh bukan kita,, tapi aku..
aku mungkin tak pernah bisa lagi kembali ke dunia ku
sebelum kau disini dulu…

jika kau membaca tulisan ini
tolong kau hubungi…
aku menunggumu malam ini…
hanya untuk malam ini
sungguh…hanya untuk malam ini…

1 mei sebelum pagi

1 mei sebelum pagi
langit menyelesaikan catatan

Kisah kita yg tertinggal di persimpangan terjal

Sebuah atmosfer berbeda pagi ini
Perubahan hari..

Kau dan kisah mu
Aku dan kisah ku
Bersama kita berucap
Janji yg telah kita tancap

Paman senja telah berlalu
Bersama kita yg sedang memalu
Menancapkan janji yg belum sempat kita selesaikan

Kau yang meninggalkan pertama
Lalu aku termenung dalam sunyi
Sendiri aku sepi
Dan kemudian pergi

Aku ingin mengikuti mu
Tapi di sebuah persimpangan
Aku mengambil jalan berbeda

Kita terpisah dipersimpangan itu
Terjal,,
Dan aku yang tertinggal

Tak apalah,,
Aku ingin kembali mengejar asa ku
~yg sempat tertunda dulu, karna mu~
Aku ingin mencipta
Hingga menjadi Pembeda

Tangis Untuk adikku #End

Setahun kemudian kemudian aku menikah, lalu tinggal di kota. Suamiku mengajak orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka bilang, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak tahu harus mengerjakan apa. Adikku juga tidak setuju, dia bilang “Kak, jagalah mertuamu disana. aku akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku menjadi direktur di pabrik tempatnya berkerja. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan, tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku mendapat pekerjaan untuk memperbaiki sebuah kabel bertenaga tinggi, seketika ia mendapat kecelekaan tersengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Aku dan suamiku pergi menjenguknya, melihat gips putih pada kakinya, aku menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer ??, Manajer tidak akan pernah melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya ??”

Dengan wajah tersenyum, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar, ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, akan seperti apa nanti kata orang ??”

Mata suamiku dipenuhi air mata, kemudian aku menimpalinya “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”

“Mengapa membicarakan masa lalu?”, sambil tersenyum Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30, ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara pernikahan-nya itu bertanya kepada adikku, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa berfikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
“Ketika saya pergi sekolah SD, — SD saya berada pada dusun yang berbeda. — Setiap hari saya dan kakak berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tangan saya, Kakak memberikan satu dari kepunyaannya pada ku. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaganya dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah keluar dari bibirku, dengan terbata, kucoba tuk membalasnya, “Dalam hidupku… orang.. yang paling aku berterima kasih padanya.. ialah adikku…” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan pernikahannya, air mataku kembali turun membanjiri wajahku yang terbalut kerudung merah anggun pemberiannya dulu.
Sungguh aku sangat menyayangi mu adikku…

End… 🙂

Dari dan untuk adikku tersayang

Dari dan untuk adikku tersayang,,
yang sedang belajar mengenali hati kecilnya…
Semoga kamu terus dalam tuntunanNya dee…
karena Dia yang maha membolak – balikan hati kitaa…

-- surat untuk Fandi --
Dear Fendi…Haii fen,,
apa kabar mu malam ini..
aiihh,,
terdengar basii sepertinya…yaa feen..
Hhmm,, yang penting bagiku
semoga kamu tetap menjadi yang terhebat
diantara kumpulan bintang itu…Feen..

kamu tahu..
malam ini…
aku disini,,
Sendiri…
menatap indah langit berseri
berbagi canda dan tawa bersama bintang malam
saling berkedipan, menggoda..
aiihh,,
merona merah pipi ku dibuatnya..

Hhmphh,,
Seandainya kamu juga disini..
bersamaku dan para bintang malam ituu
mungkin pipi ku ini akan semakin memerah,,
bukan..bukan karena marah…
tapi karena aku malu terhadap mu..Fendii..

kamu tauu..
Setiap malam..
tiap sepi itu menaungi ku..
tiap langit itu menemani ku..
Setiap bintang itu menggoda ku..
tanpa bisa ku kendalikan,,
tangan ku hendak melukis rupa mu disana..
bersama kumpulan rasi bintang..
agar kamu terlihat lebih sempurna..
ahh,,
bahkan tanpa kumpulan bintang pun…
kamu tetap sempurna di mata ku feenn…

bersama kesempurnaan itu..
kamu terbang bebas dalam hayal ku
menyisakan sakit disana…
membuat ku terus mencari,,
asal muasal sakit itu..
hingga kutemukan makhluk bernama RINDU
perlahan tapi pasti iaa teruss menjalari qolbu
membuat semua begitu dalam…
hingga menciptakan makhluk baru bernama CINTA
dan sekarang..
tanpa ku sadari…
makhluk itu tumbuh membesar dengan sendirinya dalam hati kecil ku….

written by :: my special sister Alafyhanne

*demi menjaga privasi,,
adikku minta di tulis nama belakangnya saja sebagai pengarang