petition

berpeluh melawan waktu
hingga tiba waktu ku
berayuh membingkai rindu

Tuhan …
dalam termangu
aku melafal namamu
walau susah sungguh
mengingatmu penuh seluruh
cahayamu
kerdip lilin di kolam sunyi

Tuhan …
aku hilang bentuk
Remuk
mengembara di negeri asing
Bising

Tuhanku …
di pintu mu aku mengetuk
tidak dapat aku berpaling.

*Inspiring “Doa” by Roosmeini

Jika Tuhan Berkenan(Kau.dan.aku)

Tuhan…

tolong beri aku sedikit kesempatan untuk menanam
menanam apa yang tak sempat tumbuh di dunia kecilku yang lalu

Tuhan…

aku sungguh menyayanginya, dan tak ingin aku memalingkan rasa ini kepada yang lain
ia tengah menjadi kupu-kupu terindah di ruang mimpi ku yang kosong
ia laksana bunga segar di taman ilalang hati ini..
ia adalah motivasi terindahku untuk menggapai semua cita dan asa yang telah lama ku tanam
terima kasih Kau telah anugrahkan rasa ku ini padanya
rasa yang mampu menggerakkan jari jemariku tuk terus berkarya dan memiliki semangat

Tuhan,  jika engkau berkenan…

biarkan rasa ini tumbuh, bertunas, berbunga, dan berbuah

Tuhan,  jika engkau mengizinkan…

aku ingin menjadi yang sederhana untuknya
sebagai teman yang selalu ada disampingnya
penghibur segala dukanya
juga pelita yang selalu siap meneranginya

Tuhan, hanya jika engkau berkenan…

perkenankan ia.. menjadi bidadariku, sebagai penopangku menjalani semua
yakinkan aku tuk dapat menjadikannya bidadari dunia akhiratku
tetapkanlah hati ini tuk terus dan selalu menyayanginya

Tuhan, hanya jika engkau menghendaki…

ingin sekali aku tanam apa yang tak sempat aku tuai dulu
yang tak sempat berbenih
berterima kasih pada budi sekecil biji sawi
pada sakit yang masih engkau beri, tanda engkau masih menengok

Tuhan, perkenankan hamba pada sebuah pinta…

yang kecil namun begitu besar
yang besar namun begitu kecil

wahai engkau yang maha menguasai…

biarkan rasa ini sampai pada dermaga terakhirnya
saat itu aku takan pernah berhenti mengucap syukur pada mu yang telah memberiku kesempatan menjaganya

tuhan, janjinya telah kutanam … walau hanya sebatas pesan usang

aku mohon engkau sudi mengairinya
agar benih ku dapat tumbuh indah
karena aku pun mengerti aku tak cukup merawat benih itu sendiri

Tuhan, engkaulah Penentu…

Perkenankanlah…

Dalam sujud ku

Membingkai kata dalam setiap asa
Merasa bodoh dalam setiap pergulatan masa

Tuhan,,
dulu dalam setiap malam mu..
selalu ku selip,, akan setiap mimpi mimpi dan harapan ku
yang belum sempat ku baktikan untuk mu…
Sampai kenyamanan pemberian mu itu datang
kemudian aku lupa,, untuk istiqomah dalam malam malam ku itu..

Kini kau mulai mengambil kembali
Segala kenyamanan itu,,
Buat ku untuk kembali menemui mu,,
Ketika malam mu menduduki peraduanya

Bukan aku tak bisa berkata syukur,, Tuhan..
dan aku juga memang bukan menusia yang pandai mensyukuri nikmat mu
Semua dalam proses perbaikan ku,, Tuhan..

Dan aku sangt ingin kau selalu mendorong ku
entah dengan cara apapun akan kuterima..
yang pasti..
Untuk mimpi ku satu itu
Aku mohon dengan sangat pada mu,, Tuhan..
Mohon dengan Sangat…

pelarian kepastian

Berjalan dalam pelarian
Kejar – mengejar dengan dentuman detik yang bergemuruh
Entah hingga kapan…

Aku memang tak pernah paham maksud tuhan
banyak hal yang dijadikannya teka – teki
kepastian itu seperti tak berhak dimiliki manusia
tapi, mungkin memang itulah tinta yang telah di keringkannya…

Tentang sebuah tanya dalam tawa
menyisakan jawaban tak bertema
Tentang hakikat ketuhanan yang maha segala daya
yang juga menyisakan tanya tanpa jawaban juga pemahaman…

Untuk sebuah tanya tak terjawab
kepastian tuhan yang tak pernah bisa ku mengerti,,,
terlebih ku pahami,,,

Bayangan kuat akan semua keleluruhan agama
bercampur keleluhuran budaya
membaur hingga tak membeda…

Kita memang tidak pernah punya jawaban yang pasti
karena setiap orang berbeda pendapat
juga keyakinan…

jadi,, iaa…
kita harus berani mengambil keputusan,,,
sekalipun itu tidak akan pernah pasti…
atau kita akhiri saja…
karena kesemuanya itu memang tidak ada kejelasan buat kita…
Tapi aku tahu,, kita masih punya pilihan
dan itulah kepastian tuhan untuk kita…

jakarta, 24 Feb

Dari dan untuk adikku tersayang

Dari dan untuk adikku tersayang,,
yang sedang belajar mengenali hati kecilnya…
Semoga kamu terus dalam tuntunanNya dee…
karena Dia yang maha membolak – balikan hati kitaa…

-- surat untuk Fandi --
Dear Fendi…Haii fen,,
apa kabar mu malam ini..
aiihh,,
terdengar basii sepertinya…yaa feen..
Hhmm,, yang penting bagiku
semoga kamu tetap menjadi yang terhebat
diantara kumpulan bintang itu…Feen..

kamu tahu..
malam ini…
aku disini,,
Sendiri…
menatap indah langit berseri
berbagi canda dan tawa bersama bintang malam
saling berkedipan, menggoda..
aiihh,,
merona merah pipi ku dibuatnya..

Hhmphh,,
Seandainya kamu juga disini..
bersamaku dan para bintang malam ituu
mungkin pipi ku ini akan semakin memerah,,
bukan..bukan karena marah…
tapi karena aku malu terhadap mu..Fendii..

kamu tauu..
Setiap malam..
tiap sepi itu menaungi ku..
tiap langit itu menemani ku..
Setiap bintang itu menggoda ku..
tanpa bisa ku kendalikan,,
tangan ku hendak melukis rupa mu disana..
bersama kumpulan rasi bintang..
agar kamu terlihat lebih sempurna..
ahh,,
bahkan tanpa kumpulan bintang pun…
kamu tetap sempurna di mata ku feenn…

bersama kesempurnaan itu..
kamu terbang bebas dalam hayal ku
menyisakan sakit disana…
membuat ku terus mencari,,
asal muasal sakit itu..
hingga kutemukan makhluk bernama RINDU
perlahan tapi pasti iaa teruss menjalari qolbu
membuat semua begitu dalam…
hingga menciptakan makhluk baru bernama CINTA
dan sekarang..
tanpa ku sadari…
makhluk itu tumbuh membesar dengan sendirinya dalam hati kecil ku….

written by :: my special sister Alafyhanne

*demi menjaga privasi,,
adikku minta di tulis nama belakangnya saja sebagai pengarang

Kembali,,sepi,,

Aku ingin kembali dalam sepi
Melihat senja dalam sendiri
Menapaki ulang setiap alunan melodi

Tentang kata yang tak pernah berhenti bicara,,
atau huruf yang tak pula berhenti mengarti
ahh,,
Semakin tak mengerti aku dibuatnya…

Kembali,,Kembali,,Kembali,,

Aku ingin kembali dalam sepi,,
Menapaki ulang setiap alunan melodi,,
diri yang tak pernah berhenti..

Membuat ku semakin tak mengerti
Apalah arti bumi ini sebenarnya…

Mungkin sepiLah jawabnya…

racauan ku pada tuhan

Entah kau mendengarnya atau tidak…

Aku hanya ingin menuliskan pesan singkat padamu.. terserah kau ingin membacanya atau tidak…

”  Tuhan… ”

tentang isi kepala ini..
aku ingin menyampaikan sedikit padamu..

Jangan kau jadikan aku ini “pintar” tuhan…

kalau toh pada akhirnya hanya akan membodohi diriku sendiri…

kalau kau berkenan…

Aku ingin kau jadikan aku bodoh tuhan…

agar aku bisa selalu mencerdaskan diriku sendiri..
dan orang – orang sekitar ku…

Untukny yang tak pernah lelah

Dalam sepi, kekosongan selalu hadir mengisi hati.
kegelisahan ikut datang menghampiri.
kucoba tuk kembali merangkai hari,
dalam setiap balutan kasih mu yaa rabbi..

bukan sombong ku ingin tuk memisah diri,..
karna selalu ku ucap dalam hati
kala bintang mu kau jatuhi
agar selalu dapat ku patuhi
segala titah mu yang telah ku ketahui..

bukan bodoh aku tak tahu diri,
aku hanya tak pernah ingin merasa sepi,..
tapi untuk diri ini,… baikLah,..
akan ku mulai lagi tuk merangkai diri
dalam setiap langkah yang pasti
untuk selalu mengingat mu ya ilahi rabbi,…