kau dan aku tau itu

Munafik kalau aku mengatakan membenci mu..
karena nyatanya,, justru aku semakin menyayangi mu
harusnya memang sejak dulu kita tidak saling mengenal

sudah lelah aku dengan segala permainan bodoh kita ini
terjebak dalam siklus ego kita sendiri

Sadarkah kau dengan sikap egois mu itu
memberikan cahaya indah untuk ku,,
tapi kau tau,,
justru cahaya itu,, kini tengah benar – benar buat ku beku..

hahh,,
malam yang buruk memang yaa,,
sebaiknya aku kembali melelapkan diri saja
mencoba untuk terus melupakan tingkah bodoh mu itu
walau pada akhirnya aku tetap lebih bodoh di depan mu

kau dan aku tau itu…

ku tulis untuk mu

Menghadapi kemerdekaan tanpa Cinta
kau takkan mengerti segala luka ku
karena Cinta telah sembunyikan Pisaunya

Bayangkan wakjahmu adalah siksa
Sepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darah ku

Apabila aku dalam Kangen dan Sepi
Itulah berarti aku tungku tanpa api

~W.S. Rendra~

Duka

Dunia dalam duka…
berakhir dalam lara…
derita tiada tara…

Begitulah mungkin mereka menuliskan duka…

Bagi ku,, duka tak ubahnya hadiah
Untuk semua jenis perlombaan terhebat…Kompetisi Dunia
Hadiah adalah suatu yang membanggakan
Dan memang begitulah adanya

Tuhan selalu memberikan duka dengan rasa bangga
Atas hambanya yang terhebat dari yang paling hebat
Seperti dalam perlombaan…
Ia memberika duka itu bak piala emas
Yang tak sembarang orang bisa memilikinya
Karna di berikan hanya untuk yang terhebat
Yang tak terkalahkan

Piala duka itu ajaib,,,
Dia bisa membuat manusia melaku 3 elemen yang berbeda sekaligus..
Sedih,, Senang,, dan Belajar.. dalam satu waktu… bersama…
Tapi tentu,,,
Hanya mereka yang hebat,, yang mengerti,,,

Dan aku yakinn…
Wanita yang ku sayangi itu
Pasti termasuk mereka yang hebat
Mereka yang mengerti
Karena aku sangat percaya dengannya
Seperti dia yang selalu mempercayaiku
Untuk selalu mendengar ceritanya
And i’m Happy for that.. ^_^

Sedikit tulisanku tentang duka untuknya ::

Dduutthh..
Biarkan duka itu menjadi benih yang siap tumbuh sayaang..
Hingga saatnya nantii,,
Kamu siap untuk memetiknya
Dalam bentuk yang lebih sempurna
Lebih dari sekedari benih dalam tangisan mu sayaang ku..
Yang telah siap manisnya untuk kamu nikmati
Bersama pangeran mu sayaang ku
Dalam gubuk abadiNya..
Kelak...

Maret 2011,,,
Selamat ulang tahun Dduuthh … ^^
Jangan pernah sedih lagi yaa… Janji… ^^

1 mei sebelum pagi

1 mei sebelum pagi
langit menyelesaikan catatan

Kisah kita yg tertinggal di persimpangan terjal

Sebuah atmosfer berbeda pagi ini
Perubahan hari..

Kau dan kisah mu
Aku dan kisah ku
Bersama kita berucap
Janji yg telah kita tancap

Paman senja telah berlalu
Bersama kita yg sedang memalu
Menancapkan janji yg belum sempat kita selesaikan

Kau yang meninggalkan pertama
Lalu aku termenung dalam sunyi
Sendiri aku sepi
Dan kemudian pergi

Aku ingin mengikuti mu
Tapi di sebuah persimpangan
Aku mengambil jalan berbeda

Kita terpisah dipersimpangan itu
Terjal,,
Dan aku yang tertinggal

Tak apalah,,
Aku ingin kembali mengejar asa ku
~yg sempat tertunda dulu, karna mu~
Aku ingin mencipta
Hingga menjadi Pembeda

Tak ada lagi “kita”

Tak ada lagi “kita” kali ini
Hanya kau dan aku
kau dengan dunia mu
Aku dunia ku

Kita tak lagi sama lagi dalam hal cerita
Hanya kau dan aku
Kau bersama Ceritamu
Aku Cerita ku

Kita tak lagi sama dalam berbagi
Hanya kau dan aku
Kau dan bagian mu
aku bagian ku

Dan tak ada lagi “kita” dalam kisah
Hanya kau dan aku
Kau dalam kisah mu
dan aku dalam kisah ku

semua begitu berbeda
tak lagi sama
tak ada lagi “kita” dalam canda cinta dan tawa
Hanya Kau dan Aku…

Berbeda dan tak lagi sama…

Selamat jalan bintang malam ku
Kau sudah temukan apa yang kau cari
Selamat Untuk Semua
~april2011~

Dari dan untuk dia yang ku sayang

Ku biarkan mentari dengan sinarnya yang terang
Ku biarkan bulan dengan indahnya hiasi malam
dan ku coba tuk pelajari keduanya..

Ku biarkan diri ini menjadi bintang di kelamnya malam
coba terangi dengan sinarnya yang  temaram
menghiasi dengan dirinya yang tak pernah kelam,,,
Lalu,,
ku biarkan diri ku percaya,,
bahwa puncak kekuatan yang ku damba
ada pada tingginya asa yg ku punya..

ku biarkan bintang menjadi apa adanya..
tanpa paksa  jadi bulan atau matahari…

dan.. disinilah aku…

sang bintang yang coba terangi…
menghiasi dengan cara  sendiri..

karna bintangku,,, akan selalu menjadi bintang…
tanpa pernah bisa menjadi bulan terlebih matahari…

aku yakin…
kesemuanya itu punya caranya sendiri
tuk hiasi bumi yang ku jejaki…

— dari dan untuk Dia yang ku sayang…

Dia lagi…

aiihh,,,
lagi,,lagi,, karena sunyumnya
terpesona melihat keanggunannya
buat ku kembali ingin mengenalnya
yaahh,,
dengan mengenalnya-pun
buat ku sudah jauh dari kata cukup…
Tak sadar,,
kini aku tengah benar – benar gila di buatnya
EntahLah
Mendekati untuk mengajaknya bicara saja aku tak berani
bawaan pengaruh buruk masa lalu,,
mungkin…

Tapi,, yaa biarlah..
aku ingin biarkan semua berjalan dengan sendirinya
Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk hambanya… (penyemangat pribadi.. :D)

Kita liat aja nanti…

Jakarta, 4 maret