Bualan malam

Ada saat dimana aku benar benar iri
pada mereka yang telah menemukan tujuannya.
Sederhana
semua hanya akan kembali pada komitmen pribadi
tentang pilihan dan keinginan.

Aku ingin berjalan dalam rindang hutan yang lebat
sekelebat pikiranku saat ini
merasa dapat melakukan semua
namun siapa aku ini. . .
pintarpun tidak
hanya merasa hebat
sombong yang pekat
keras kepalapun melekat
memang aku ini hanya orang nekat

beberapa saat aku sadar
bahwa hanya duniaku yang seperti menyempit
pengap sudah segala yang kujelajahi
bahkan aku bosan dengan diriku sendiri
tapi
kali ini biar ku urus semua sendiri,
agar bosan itu tidak kembali menjadi sepi
biar semua berjalan
tetap seperti sampai saatnya nanti

“No one can do anything, but everyone can do something” Max Lucado.

Kemandirian yang dapat mendewasakan seseorang
lebih dari sekedar penjagaan diri
tapi juga mengembangkan potensi yang dimiliki.

bersama malam

Malam ini..

aku.kembali.berfikir..tentang.semua..cita..rasa..juga..cerita..

dalangnya.memanglah.pribadiku..

aku.yang.mengawali..inginanku..yang.tak.pernah..sepenuh.hati..

terpenjara..dalam.ego..diri..tak.terfikir..akan.seperti.ini..

kepalaku..memang.batu..juga.angkuh..entah..siapa..aku..ini..

Melewati tahun

Desember 2011,
Tak banyak hal kupahami
setengah tahun sudah kulalui
begitu banyak pula yang ku lewati
aku banyak belajar
juga sadar bahwa semuanya akan dan harus kulalui

menurutku bukan sebuah kejahatan bila aku menafikan mereka
lebih pada kenyataanya
aku memang tak pernah bisa terikat

untukku kebebasan adalah segalanya hari ini
aku ingin segala yang ku ingini menjadi nyata
bukan sekedar angan, atau utopia
lebih dari itu
aku belajar memahami diriku sendiri
tentang semua kesendirian yang kulalui

dapat ku simpulkan
kesemuanya itu hanyalah fana..
fana…

kebimbangan…

kita tidak pernah tau dimana jalan ini akan berakhir
yang bisa kita pastikan hanya sesuatu yang ingin kita tuju
kemungkinan untuk tercapainya selalu berhenti pada angka 50 : 50
kemudian,,
kitalah yang menentukan
kita yang akan berpihak pada salah satunya
gagal atau berhasil,, itu relatif…
tujuan dan usaha yang membuatnya menjadi sesuatu yang aktif
yang lebih dari sekedar angan-angan pasif

semua ini hanya tentang kita
tentang siapa kita
dan akan seperti apa kita esok hari
tentang semua yang ingin kita lalui

Aku ??
aku akan tetap pada cita-cita mereka,,
karena bahagia merekalah satu yang ku ingini
hanya saja kali ini aku akan bertahan di jalan yang telah aku pilih
walau aku sendiri pun tdk tahu ini akan benar atau salah..
kesemuanya itu relatif,, bagiku..
biar ikhlas tujuan serta usahaku yang menjadikanya aktif…

Bismillah…

kupu – kupu #1

“beberapa saat lalu kulihat seekor kupu di taman bunga
mungkin banyak yang ingin bertanya, kupu-kupu di taman bunga, apa istimewanya??”

“kupu ini lain dari biasanya
sayapnya tidak berwarna biru, hijau atau jingga
seluruh warna tercampur disana.

kupu-kupu pelangi. .
kupu legendaris dari negeri mimpi
yang hanya kita dengar dari dongeng di malam hari”

“Awalnya ku hanya bisa menatapnya iri,
tanpa berani dekati sang kupu pelangi
ku takut bulu-bulu ku kan menyakiti
dan merusak sayap indahnya.”

Sumber :: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=63560918&postcount=1406

ikhlas lah jalanya

merah,,
semangat mengalir darah
putih,,
suci hati bersih
hijau,,
lembut pagi meracau

warna ku bukan warna mereka
pelangi ku bukan pelangi mereka

pelangi ku adalah teka teki tak beraturan
kumpulan warna yang berhamburan

harga mati untuk kita selalu berusaha
membingkai asa dalam balutan cita juga cinta

bebas, merdeka adalah inginnya kita
tapi apa daya kita manusia
keras kepala
namun norma dalam jiwa
meluluhkan segala

ayah mungkin memang bukan segala
tapi Ia lah tumpuan kita
panutan keluarga
tempat memutuskan segala asa
“Iya atau Tidak”
ikhlaslah jalanya
bukan tanpa usaha
tapi percaya ku, ikhlas mendatangkan semua

aku tahu itu dari dunia mu

dan ku tulis ini untuk mu
tetaplah pada jalan mu
ku yakin kau paham maksud ku

maaf ku,, biarlah,, biar waktu yg menyelesaikanya.

maaf ku untuk yang telah lalu
iri ku yang telah membawa cemburu

mungkin memang tak seharusnya
aku hanya terlalu menyayangkanya

aku harap kau mengerti

ahh,,
tanpa harap ku pun
kau memang lebih mudah paham, mengerti, dan melupakan
dari pada aku…

baiklah,, ku anggap semua telah berlalu,,

walau ku rasa,,
maaf itu masih terkatung disana.

Biarlah,, biar waktu yang menyelasikanya …